FORGOT YOUR DETAILS?

Beda tanaman rambat dengan taman vertikal (vertical garden)

by / Sunday, 27 December 2015 / Published in tips

Kebanyakan orang khususnya yang awam tentang taman belum memahami beda tanaman rambat dengan vertical garden. Persamaan keduanya ada dan perbedaannya juga ada.

Persamaan

  1. Bidang tanam. Baik tanaman rambat maupun vertical garden tumbuh atau ditanam di bidang vertikal seperti tembok (dinding).
  2. Fungsi. Tanaman rambat dan vertical garden sama-sama berfungsi menutupi permukaan dinding agar tembok kelihatan indah, hijau dan tidak  monoton.

Perbedaan

1. Jenis tanaman

Tanaman rambat berupa tanaman yang tumbuhnya merambat dan memiliki akar pendek dan menyerupai serabut. Bedakan tanaman yang merambat dan ada tanaman yang menjalar. Tanaman rambat akarnya tumbuh menempel di permukaan tembok atau permukaan kasar lainnya yang lembab atau menyerap air. Tanaman rambat tidak dapat tumbuh di permukaan yang licin dan tak tembus air. Akarnya butuh tempat untuk ‘memegang’ permukaan di sepanjang permukaan yang ditumbuhinya.

Tanaman menjalar akarnya ada di tanah dan batangnya panjang dan menjalar di media yang disediakan seperti kawat, kayu, dsb. Batangnya meliuk-liuk mengikuti bentuk media.

Tanaman vertical garden terdiri dari tanaman yang tumbuh individu dan tidak merambat. Tanaman individu ini ditanam berjejer dan bersebelahan dengan jarak yang rapat sehingga kerapatannya ini akan menutupi permukaan dinding. Tanaman vertical garden ditanam berjejer di media pot atau media lain yang dibuat sedemikian rupa sehingga mirip dengan pot-pot yang berjejer. Selengkapnya baca Mudahnya Membuat Vertical Garden.

2. Sistem irigasi

Tanaman rambat umumnya jenis tanamannya kecil-kecil dan hidupnya bertumpu pada akar yang tumbuh di tanah dan/atau akar pendek yang yang menempel di dinding. Selama tanah dan/atau dinding tempatnya tumbuh disiram dan cukup nutrisi maka tanaman rambat akan hidup.

Vertical garden terdiri dari tanaman individu. Oleh karena itu membutuhkan penyiraman layaknya tanaman biasa yang tumbuh di tanah. Bedanya, tanaman vertical garden ditanam, atau tepatnya dipasang di bidang vertikal. Air yang disiram ke vertical garden, karena gaya gravitasi, akan cepat turun dan jatuh ke tanah. Tanah mampu menyimpan air agak lama, sedangkan media vertical garden tidak. Sehingga dibutuhkan sistem irigasi yang dapat menyiram sedikit-sedikit tapi kontinyu. Karena itulah vertical garden butuh sistem penyiraman (irigasi) otomatis menggunakan timer.

3. Pola warna

Tanaman rambat hanya terdiri dari 1 jenis tanaman sehingga warnanya monoton.

Vertical garden dapat dibuat pola-pola yang menarik sesuai keinginan dengan mengkombinasikan berbagai jenis tanaman dengan warna yang berbeda. Karena itu vertical garden akan tampak lebih indah.

4. Langsung jadi

Tanaman rambat membutuhkan waktu lama untuk menutupi seluruh permukaan.

Vertical garden langsung jadi dan hasilnya dapat dinikmati segera setelah penanaman.

5. Harga

Tanaman rambat harga berkisar puluhan hingga ratusan ribu per pohonnya. Harga totalnya cukup kalikan berapa jumlah tanaman rambat yang dibutuhkan dengan harga tanaman.

Vertical garden harganya lebih dari Rp 1,5 juta per meter persegi. Harga ini biasanya sudah menghitung semua material seperti rangka baja ringan, geotextile untuk kantong/pot tanaman, media tanam, tanaman, dan sistem irigasi yang terdiri dari pompa, timer, pipa, filter, tandon pupuk dan air, nozzle, dan sebagainya.

Leave a Reply

TOP
error: Content is protected !!