FORGOT YOUR DETAILS?

Merawat Sikas (Familia Cycadaceae)

by / Monday, 17 November 2014 / Published in tips

Tentang Sikas

Tanaman Sikas (Familia Cycadaceae) adalah salah satu jenis tanaman hias yang mahal. Sikas merupakan tanaman hias yang bentuk daunnya yang menyerupai bulu dan tumbuh mengarah ke luar dari batang. Warna daunnya yang hijau gelap tapi mengkilap membuat tanaman ini mudah dikenali dan digemari oleh pecinta tanaman di seluruh dunia.

“Tanaman Sikas sudah ada dari zaman Karbon.”
Tanaman Sikas ternyata sudah ada sejak puluhan juta tahun silam. Tanaman Sikas sendiri berasal dari familia Cycadaceae dan jenisnya ada bermacam – macam. Para ahli mencatat, di seluruh dunia terdapat 90 species dari tanaman Sikas. Tanaman ini tumbuh subur terutama di daerah tropis maupun subtropis. Indonesia memiliki 1 jenis tanaman Sikas yang disebut “Cycas rumphii”.

“Tanaman Sikas memiliki daun yang sangat anggun. Hijau gelap yang mengkilap”

Sikas

Sikas

Tanaman Sikas sangat mudah dikenali. Tanaman yang mirip dengan Palem ini memiliki daun seperti bulu dan daunnya tumbuh mengarah menjauhi / keluar dari batang. Warna daunnya hijau tua yang mengkilap. Panjang daun sangat bervariasi, tergantung dari jenis tanaman Sikas. Ada beberapa orang Indonesia menyebut tanaman Sikas sebagai “Pakis Haji”. Anggapan ini tentu saja tidak sepenuhnya salah karena tanaman Sikas memang secara morfologis mendekati tanaman Pakis.

“Bagaimana memperbanyak tanaman Sikas ?”
Ada dua cara yang biasa digunakan untuk memperbanyak tanaman Sikas atau tanaman hias lainnya, yaitu dengan tehnik vegetatif dan melalui biji.

“Apa kendala paling besar untuk menumbuhkan tanaman Sikas ?”
Kendala atau tantangan untuk menanam dan menumbuhkan tanaman Sikas tidak jauh berbeda dengan tanaman hias lainnya. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan didalam hal ini yaitu : Tehnik menanam/vegetasi, Tanah, Cahaya, Pupuk, dan tentu saja, Hama.

Pengalaman Merawat Sikas

  • Hama sikas saat muncul tunas muda

Saat daun masih baru tunas dan lembut, musuh utamanya adalah ulat. Ada jenis kupu-kupu yang sangat gemar sekali bertelur di pucuk tunas sikas. Telur kupu-kupu ini berbentuk bintik-bintik. Sangat kecil namun jika diperhatikan dengan seksama dan diraba, butiran-butiran kecil ini sedikit kasar mirip pasir. Bentuknya bulat sempurna.  Jika Anda melihatnya, satu-satunya cara menghilangkannya adalah membuang telur-telur ulat ini dengan cara menyemprotnya dengan air bertekanan. Pastikan telur ulat terlempar ke tanah dan tidak jatuh ke bagian lain sikas. Jika telur masih menempel di bagian tanaman sikas, telur masih bisa menetas.

Jika telur-telur ini sampai menetas akan lebih sulit penanganannya. Telur kupu-kupu akan menetas menjadi ulat (tidak berbulu) berwarna hijau atau coklat. Tubuh ulat sangat lembut dan lembek, mirip ulat daun jeruk. Ulat dapat hidup di batang daun sikas dan menggerogoti batang daun dari dalam. Akibatnya daun sikas mati.

Selain menyerang batang daun, ulat dengan ganas akan menyerang pucuk-pucuk sirip daun sikas yang masih muda. Ulat sangat menyukai pucuk daun sikas muda karena masih hijau dan lembut. Jika telah dimakan ulat, pucuk daun sikas akan cacat. Jika sudah cacat, maka seandainyapun daun tersebut bisa selamat dan tumbuh dewasa (menjadi keras), maka bentuknya dewasanya akan tetap cacat sehingga tidak indah dipandang.

[Bersambung…..] 

——-

Solusi taman terbaik dan termurah untuk rumah dan tempat usaha Anda, hubungi kami.

Hubungi Kami

Leave a Reply

TOP
error: Content is protected !!