FORGOT YOUR DETAILS?

Mudahnya Membuat Vertical Garden

by / Thursday, 16 April 2015 / Published in tips

Taman vertikal atau vertical garden adalah tanaman dan elemen taman Iain, baik softscape maupun hardscape yang disusun dalam bidang vertikal.  “Konsep ini sekarang banyak dikembangkan di kota-kota besar, Utamanya karena ruang terbuka hijau yang makin terbatas. Tembok-tembok rumah kini bisa dibikin VG. Per meter persegi di dinding bisa berisi 64 tanaman,” jelas Ir. Slamet Budiarto, sarjana pertanian lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sekarang menekuni profesi sebagai praktisi vertical garden di tamanmurah.net.

Fungsi vertical garden sendiri tak ubahnya taman pada umumnya. Ia memberi tambahan oksigen, ruang hijau, serta mengurangi suhu udara. Satu-satunya perbedaan adalah vertical garden tidak berfungsi sebagai penahan erosi. Prinsip vertical garden mirip dengan hidroponik, yakni bertanam tanpa tanah.

Menurut Slamet, tiga prinsip utama kehidupan tanaman adalah matahari, pupuk, dan air. Jadi, di manapun dan dengan cara apa pun, selama 3 hal ini ada, tanaman bisa hidup. Bahkan di daerah yang tidak ada sinar matahari sekalipun, bisa diberikan matahari buatan dengan bantuan lampu.

Semua Jenis Tanaman

Media vertical garden harus dicari yang ringan, kuat, tapi tetap menyimpan air. Banyak media yang digunakan, dua di antaranya adalah nonwoven geotextile dan velt dari sabut kelapa. VeIt sabut kelapa, yang dibuat dalam bentuk seperti papan dengan ukuran 50 cm dan tebal 30 cm, lebih unggul dalam hal menyimpan air.

Komponen semuanya dari dalam negeri, sementara geotextile masih impor, sehingga lebih mahal. Dalam hal ketahanan, geotextile lebih unggul. “Bisa tahan 15 tahun, sementara sabut kelapa berkisar 8 tahun karena berbahan organik yang bisa lapuk. Meski demikian, begitu akar sudah menjalin dengan sendirinya, maka ia akan menjadi media tersendiri sehingga lebih tahan lama,” jelas Slamet.

Untuk membuat taman vertikal, jenis tanamannya bisa apa saja. Namun, meski semua jenis tanaman bisa ditanam untuk vertical garden, tetap harus memerhatikan faktor lingkungan. Jika outdoor, sebaiknya pilih tanaman outdoor, begitu pun untuk yang indoor . Hindari tanaman merambat karena tumbuh liar kemana-mana dan usia dewasanya tinggi. Pilih tanaman jenis semak dan bisa hidup bertahun-tahun. “Sesuaikan juga dengan pola vertical garden. Kalau polanya liar, tanaman liar bisa jadi pilihan,” kata Slamet.

Struktur Taman Vertikal (Vertical Garden)

Struktur Taman Vertikal (Vertical Garden)

Berikut langkah membuat vertical garden:

  1. Buat konstruksi di bagian belakang (frame) dengan jarak sekitar 7 cm dari tembok. Ini penting agar media tanam tidak langsung bersentuhan dengan tembok karena Iembap. Ukuran frame sekitar 0,5 m x 1 m. Jika terlalu luas, misal 1 m x 1 m, karpet bisa melengkung di bagian tengah sehingga air yang jatuh tidak rata.
  2. Setelah frame siap, taruh media tanam (geotextile atau velt sabut kelapa) dua lapis. Sobek lapisan depan dengan jarak 12 cm. Di antara lubang tadi, buatlah jahitan jelujur vertikal supaya media tanam tidak melorot ke bawah.
  3. Karena ada jarak antar lubang, maka tidak semua media tanam (karpet) langsung tertutup dengan tanaman. Seiring  pertumbuhan tanaman, lama-lama karpet akan tertutup rata. Pilih tanaman yang seimbang antara tajuk dan akar. Jika tajuknya terlalu besar, daun akan layu dan jatuh, baru sebulan kemudian tumbuh dengan baik. Lebih baik pilih tanaman yang lebih kecil tajuknya supaya akar cukup menopang daun sehingga daun tidak layu. Ini konsep keseimbangan tanaman yang harus diketahui.
  4. Masukkan tanaman ke dalam lubang yang sudah dibuat. Bisa menggunakan rockwool yang digulung, tapi bisa juga langsung. Yang penting tanaman sudah punya akar yang bagus, tumbuh baik di polybag media bagus (remah dan banyak rongga). Masukkan sebagian media di polybag ke dalam lubang. Ini justru akan membuat akar tidak terlalu terganggu sehingga tanaman tidak butuh aklimatisasi atau adaptasi yang lama.
  5. Pengairan menggunakan sistem drip irigasi. Idealnya, pipa pengairan berjarak 3 meter dari atas. Dengan menggunakan timer otomatis, waktu penyiraman bisa disetel, misalnya 5 kali sehari, masing- masing selama 2 menit. Gunakan nozel sebagai pressure regulator supaya tekanan air sama sehingga kucurannya rata. Tetesan air bisa langsung ke tanah atau didaur ulang kembali ke atas. Jangan lupa, tempatkan tanaman yang tahan kering di bagian atas, dan tanaman basah di bawah.

Pemupukan Otomatis

Perhatikan beberapa hal berikut pada saat membuat vertical garden:

  1. Seperti apa pun panasnya, biasanya tanaman vertical garden hanya mendapat sinar matahari selama setengah hari karena arah gerak matahari. Akibatnya,  ada masa ketika tanaman terlihat tidak subur karena tidak mendapat sinar matahari penuh seharian.
  2. Pemupukan bisa dilakukan secara otomatis. Caranya, campurkan pupuk ke dalam tandon air. Lakukan seminggu sekali.
  3. Pemangkasan bisa dilakukan setiap 6 bulan sekali, khususnya untuk vertical garden dengan pola-pola tertentu.
  4. Cek nozel setiap 6 bulan sekali. Begitupun filter sebaiknya diperiksa secara periodik. Bersihkan 2 minggu sekali jika kualitas airnya bagus.

——

Karya Ir. Slamet Budiarto dapat Anda lihat di sini

Tak mau repot membuat sendiri vertical garden dan ingin dibuatkan oleh Bp Ir. Slamet Budiarto dengan harga terjangkau? Hubungi kami, klik disini

Leave a Reply

TOP
error: Content is protected !!