FORGOT YOUR DETAILS?

Pakai Jasa Desain Taman, Perlu Enggak Sih ?

by / Wednesday, 30 December 2015 / Published in tips

Lebih dari 15 tahun kami melayani permintaan pembuatan taman baik taman rumah maupun perkantoran dan kawasan bisnis.
Yang menarik adalah klien untuk pembuatan taman di rumah. Karena sebagian besar klien rumahan kami ternyata sudah mencoba mendesain taman mereka sendiri sebelum akhirnya menggunakan jasa kami.

Seperti klien kami ibu Wati yang tinggal di BSD City. Sebelum meminta jasa kami mendesain taman rumahnya, ibu Wati sudah memiliki taman atau lebih tepatnya lahan di halaman yang ditanami dengan beberapa jenis tanaman hias dan pohon buah. Ada jeruk bonsai, rambutan, mangga bonsai, dan sawo. Lahan halamannya cukup luas, mencapai 100 meter persegi. Ada beberapa tanaman hias seperti sikas, jenis pohon yang cukup mahal. Ada juga beringin putih, bougenvile stek aneka warna, anting putri bonsai, dan sebagainya yang harganya cukup mahal. Aneka jenis tanaman hias ini dibelinya karena ia melihat di penjual tanaman hias tanaman-tanaman ini sangat indah.

Tanaman-tanaman hias ini sebagian ditanam di pot hias berukuran besar dan sebagian di tanah. Tata letaknya ia diskusikan dengan suami dengan cara kira-kira sesuai selera sehingga kelihatan tertata di halamannya.

Seiring waktu, ia membandingkan taman di rumahnya dengan taman tetangga yang kelihatan asri. Ia lihat jenis tanaman hiasnya sama. Ada sikas, bougenvile, beringin putih, anting putri, dan sebagainya. Di tetangganya tanaman-tanaman tersebut keliahatan asri. Sementara tanaman yang sama di rumahnya tidak tampak keindahannya.

Taman atau hutan?

Taman atau hutan?

Taman tanpa perencanaan

Taman tanpa perencanaan

Apa yang dilakukan ibu Wati di atas banyak juga dilakukan oleh klien kami yang lain. Tergiur melihat keindahan tanaman hias yang banyak dijual di pinggir jalan atau kawasan penjual tanaman hias, membelinya lalu meletakkannya di halaman rumah. Dengan harapan membawa keindahan tanaman yang dilihatnya di penjual tanaman hias tadi ke rumahnya. Juga ada kepuasan tersendiri bisa melakukan proses tawar menawar harga tanaman sehingga cocok dengan kantong kita.

Kegiatan belanja tanaman hias ini bagi sebagian orang seperti hobi. Setiap liburan akhir pekan belanja tanaman hias. Setiap selesai belanja tanaman hias ditanam di pot atau di tanah dan disusun sesuai selera. Jika ditotal, belanja tanaman hiasnya bisa mencapai jutaan rupiah.

Jika Anda mengidamkan halaman rumah Anda berubah jadi asri dengan belanja secara cicilan seperti di atas, cara yang Anda lakukan tidak tepat. Namun jika tujuan Anda hanya sekedar ingin mengisi halaman rumah agar tidak kelihatan kosong dan gersang dan keasrian bukan prioritas bagi Anda, apa yang Anda lakukan benar.

Lalu, bagaimana jika tujuannya adalah keasrian taman?

Sebuah taman yang asri tidak tergantung pada masing-masing harga tanaman yang ada di taman tersebut. Meskipun Anda beli beberapa jenis tanaman hias yang jutaan sekalipun, tidak serta merta menjadikan taman Anda indah.

Taman adalah sebuah ekosistem. Di dalamnya ada yang disebut softscape dan hardscape. Softscape adalah tanaman hidup, sementara hardscape adalah unsur pendukung taman yang berupa benda mati seperti tanah, kerikil, bebatuan, tebing, kolam, air terjun, tempat duduk, gazebo, dan sebagainya. Sebuah taman yang hanya terdiri dari tanaman hidup saja jadinya seperti hutan. Sementara taman yang hanya terdiri dari benda mati saja akan tampak kering, gersang dan ‘keras’. Selengkapnya tentang softscape dan hardscape baca di Taman Horisontal.

Seorang perancang taman yang terdidik dan berpengalaman, memiliki dasar-dasar keilmuan sehingga ia mampu meramu semua unsur taman menjadi sebuah harmoni yang indah. Seorang desainer taman adalah seorang seniman. Ia melihat letak taman terhadap lingkungan sekitarnya. Layaknya seorang seniman, ketika akan merancang sebuah taman ia akan melihat lokasi dari sudut yang berbeda-beda lalu berimajinasi. Semakin luas lahan taman yang akan dirancangnya biasanya desainer taman butuh waktu agak lama sebelum memberikan hasil akhir desainnya. Ia juga akan berdiskusi dengan pemilik rumah apakah sang pemilik rumah memiliki preferensi jenis tanaman yang diinginkannya atau tidak. Ingin ada kolam atau tidak, kolamnya akan diisi ikan koi atau tidak, tempat duduk buatan, dan sebagainya.

Semua data dan informasi tadi akan menjadi masukan dalam proses kreatif perancang taman. Setelah semua informasi diendapkan dan melalui proses kreatif, perancang taman akan menuangkannya ke sebuah gambar desain taman. Gambar ini, baik gambar desain manual maupun komputer adalah hasil proses kreatif yang nantinya akan bisa dilihat oleh pemilik rumah sebagai gambaran bagaimana bentuk tamannya nanti.

Leave a Reply

TOP
error: Content is protected !!